Kamis, 16 Juli 2009

Tersinggunglah!

Seorang kawan yang baru lulus kuliah ditolak di mana-mana ketika melamar pekerjaan. Kesalahannya cuma satu, Ia terlalu bangga memakai bahasa Indonesia.

TIDAK seperti kebanyakan pelamar lain yang berfoya-foya dalam bahasa Inggris, kawan tadi memakai bahasa Indonesia dalam surat lamarannya. Jumlah alasannya memakai bahasa Indonesia pun sama dengan kesalahannya itu, cuma satu, yakni, ia melamar pada perusahaan yang ada di Indonesia, yang masyarakat, rekan kerja, dan pimpinannya berbahasa Indonesia. Perusahaan yang pekerjaannya bisa dikerjakan dalam bahasa Indonesia. Sialnya, kawan tadi lupa, kalau perusahaan di Indonesia merasa hebat ketika berhasil mengaudisi karyawannya dalam bahasa Inggris. Biar sedikit intelek, mungkin...!

Dari perusahaan dengan banyak istilah asingnya – meeting, outing, order, customer, owner, break event point, part time, office boy – mari beralih ke bidang lain. Dalam pemerintahan, kebanggaan meminjam istilah Inggris juga amat mengenaskan – kalau tidak mau disebut mengesalkan atau memuakkan. Tampak sekali kalau para pejabat kewalahan untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia sepenuhnya, sehingga merasa perlu meminjam istilah asing. Tengoklah istilah seperti impeachment, smart card, voting, sampai yang paling tolol, busway.
Entah, itulah apa yang menelanjangi identitas kebangsaan kita. Kenapa kata-kata asing bertaburan dalam percakapan sehari-hari? Bahasa Indonesia seakan tak mampu bersolek dengan anggun bila tidak menggandeng bahasa Inggris. Orang paling bodoh sekali pun diatur gaya berbahasanya agar fasih melafal tengkyu, sori, serprais, sekuriti, syoping sebagai syarat penduduk berwawasan global – walau pengetahuan dan nalarnya tidak diajak mengglobal.

Tidak ketinggalan – dan ini yang paling menyakitkan – institusi publik yang seharusnya mendidik masyarakat, malah melayani kekeliruan berbahasa tersebut. Kita lihat bagaimana sekolah-sekolah berbangga dengan mengganti namanya dengan bahasa Inggris. Universitas mengiklankan dirinya di media dengan istilah Inggris seperti admission, free laptop, the leading university, faculty of management, dan seterusnya. Padahal target pemasarannya adalah orang-orang yang sehari-hari berbahasa Indonesia.

Media cetak maupun elektronik juga melayani semua kekenesan ini. Simak saja kata-kata yang mondar-mandir di halaman mata kita. Ada Today Dialogues, Woman of the Year, Sport, Headline News, dan sebagainya. Pada SINDO, sebuah media massa nasional, yang logikanya adalah sebuah media yang turut bertanggungjawab terhadap budaya berbahasa, pun bersikap demikian. Coba periksa koran ini pada tiap edisinya. Di halaman depan, mata pembaca sudah dihadang dengan rubrik ‘news’ dan ‘quote of the day’. Usaha meng-inggris ini belum usai, karena disusul di lembar-lembar berikutnya: rubrik ‘financial revolution’-nya Tung Desem Waringin, rubrik ‘people’, rubrik ‘fashion’, rubrik ‘food’, rubrik ‘rundown’, atau cap ‘special report’ pada artikel tertentu. Jangan tersenyum geli dulu, karena bukan saja SINDO, koran-koran lainnya pun tak luput dari gaya-gayaan berbahasa ini.

Mau contoh lain? Tak usah pergi jauh, karena cukup sambil duduk menggenggam halaman ini, bayangkanlah segala sesuatu di sekitar anda: merek permen, keterangan dalam bungkus mie instan, nama restoran, keterangan dalam gedung (exit, toilet, emergency), dan seterusnya, dan sebagainya, yang kalau dituliskan semua, artikel kali ini hanya akan memuat daftar ‘dosa’ tersebut. Dan tentunya memanjangkan rasa jengkel.

Lalu, menjadi sehebat Inggris atau Amerika-kah bangsa ini ketika berhasil mengadopsi bahasa mereka? Apakah dengan serta merta ekonomi negara menjadi seciamik mereka? Apakah dengan begitu terlihat cerdas karena berhasil mensejajarkan diri dengan bangsa Barat? Sampai sebegitu jijiknyakah kita terhadap bahasa Indonesia sehingga pada kata ‘peralatan kantor’ perlu ditemani kata dalam kurung ‘stationery’, ‘nyata’ ditemani kata dalam kurung ‘real’, atau ‘kekuatan’ yang ditemani ‘power’? Seakan mata kita lebih karib dengan kata di dalam kurung ketimbang kata dalam bahasa Indonesia-nya.

Masih cukup waraskah kita ketika menertawakan seorang artis muda yang ber-Inggris ria, “hujan..beychek..ojhek”, yang padahal adalah cermin dari ketidakberpribadian diri kita sendiri? Atau celakanya, latah pun kalau bisa dibuat-buat agar yang keluar secara spontan adalah kata, ‘oh my god’, ‘monkey’, ‘shit’, ‘fuck you’, atau ‘event organizer’.

Pada kasus lain kita temukan bagaimana sikap sok inggris ini tidak diimbangi dengan pengetahuan memadai. Contoh paling fatal, juga paling tolol, ada pada isitilah ‘busway’ yang tidak mengindahkan aturan bahasa, terlebih logika. Mana ada frase, “ke Blok M naik ‘jalanan bis’ sangat nyaman”.

Coba perhatikan, bagaimana kita melafal ‘AC’ (Air Conditioner) dan’HP’ (Hand Phone). Bukankah kita menyepel a-se untuk ‘AC’ dan ha-pe untuk ‘HP’? – padahal kalau sok Inggris layaklah dieja ei-si dan eitch-pi. Tapi tidak pada ‘VCD’ (Video Compact Disc) dan ‘PC’ (Personal Computer), karena kita menyepel vi-si-di dan pi-si. Konyolnya, ‘Media Nusantara Citra’ (MNC), dieja dengan em-en-si, bukan em-en-ce.

Yang paling menyedihkan, justru yang menghargai budaya (bahasa) Indonesia adalah orang asing. Mungkin kita sudah bosan mendengar bagaimana bertaburnya kelompok musik gamelan Jawa di Amerika. Di Eropa, beberapa konservatori musik malah menyediakan jurusan musik karawitan atau gamelan bali. Tengoklah yang terdekat, misalnya di Erasmus Huis, sebuah pusat budaya Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam program bulanan kegiatan yang dicetak di atas brosur, bahasa Indonesia-lah yang didahulukan, kemudian baru disusul dengan bahasa Belanda kemudian Inggris. Bila ada pementasan pun, buku acara, bahkan kata sambutannya pun – walau terbata-bata – mendahulukan bahasa Indonesia. Gilanya, hal ini justru terbalik bila artis Indonesia yang tampil.

Pada konser Nusantara Symphony Orchestra yang berkolaborasi dengan Tokyo Philharmonie Orchestra di Balai Sarbini, 10 Juni 2008 lalu, sebagai perwakilan dari Indonesia, Miranda Goeltom yang orang Indonesia memberi sambutan, tentunya dalam bahasa Inggris. Lalu, sebagai perwakilan Jepang, kata sambutan dari ‘Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Republik Indonesia’, Kojiro Shiojiri menyusul. Shiojiri yang asli Jepang ini, yang tidak ada untungnya karena memakai bahasa Indonesia, malah dengan pede-nya berpidato dalam bahasa Indonesia, meski terbata. Sudah cukup muakkah membaca kenorakan kita di atas?

Memang, bahasa yang hidup adalah bahasa yang dinamis dan terus dirusak. Tidak seperti bahasa yang sudah mati seperti bahasa Latin. Namun dalam konteks ini, sama sekali tidak menandakan bahwa masyarakat Indonesia sedang mengembangkan bahasanya secara sadar. Sebaliknya, masyarakat kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengenali fenomena budaya yang menggigiti identitas bangsa. Tidak mampu mengatasi kekagokkannya sendiri terhadap budaya asing. Mirip orang kampung yang merias berlebihan dengan segala pernak-pernik kota sepulangnya ke kampung halaman.

Bangsa yang persoalan budaya-nya dianggap sepele bukan Indonesia sendiri. Tenang saja, kita ada kawan. Bangsa Romawi adalah kawan yang dimaksud. Secara militer Romawi memang menjajah Yunani, tapi dalam hal kultural, Yunani-lah yang menjajah. Kalau kita, militer dijajah, budaya dijajah, ekonomi juga dijajah.

Lalu apa yang bisa membuat bangsa ini tidak terjajah? Ketika tersinggung saat membaca artikel ini, begitulah jawabnya.

Jadi, tersinggunglah!

sumber : Thaniago Blog


Minggu, 05 Juli 2009

Mematikan Dan Menyalakan Komputer Dengan Cepat

Jika kita hendak mematikan komputer, biasanya melalui fasilitas Shutdown atau Turn Off yang biasa diakses melalui Start - Turn Off Computer. Ada satu tips yang memungkinkan kita bisa mematikan dan menyalakan komputer dengan cepat, lebih cepat dari proses booting biasa, Shutdown ataupun Turn Off. Windows XP memiliki sebuah fasilitas yang dinamakan Hibernate. Kita tinggal mengaktifkannya saja.

Pada saat komputer bekerja maka data yang sedang diproses disimpan sementara pada memori. Hibernate adalah teknologi dimana ketika komputer dimatikan maka data yang ada di memori 'dipindahkan' ke hardisk. Jika suatu saat komputer dinyalakan kembali maka data yang ada dihardisk 'dikembalikan' lagi ke memori. Efeknya proses menyalakan (booting)dan mematikan komputer berlangsung dengan cepat karena komputer tidak mengambil data dari hardisk, melainkan dari memori.

Fungsi lain dari Hibernate adalah komputer akan menampilkan aplikasi terakhir yang sedang dijalankan saat komputer dimatikan. Sebagai contoh, ketika kita hendak mematikan komputer melalui Hibernate, saat itu ada aplikasi yang sedang dijalankan yakni Winamp. Nah ketika komputer dinyalakan kembali, aplikasi Winamp tersebut masih terbuka, lebih praktis kan?

Cara mengaktifkan fasilitas Hibernate adalah sebagai berikut:

1. Klik kanan di desktop lalu pilih Properties
2. Klik tab Screen Saver kemudian klik tombol Power…
3. Klik tab Hibernate. Beri tanda ceklis pada pilihan Enable hibernation. Jika sudah, klik OK


Jika kita hendak mematikan komputer, klik Start - Turn Off Computer. Setelah kotak muncul, tekan tombol Shift. Perhatikan gambar dengan tulisan Stand by akan berubah menjadi Hibernate. Klik tombol tersebut dan komputer pun akan mati lebih cepat. Saat kita menyalakan komputer kembali, proses booting pun akan berjalan lebih cepat dari biasanya.


Meningkatkan Performa Komputer

Bagi anda pemilik atau pengguna komputer pasti sangat ingin memiliki komputer dengan performa atau kinerja yang cepat, stabil dan optimal tanpa perlu nambah hardware yang notabene harus merogoh kocek lagi. Bener ngga? hehehe....

Trik kali ini membahas bagaimana caranya meningkatkan performa komputer kita dengan sedikit mengutak-atik pada Registry editor atau regedit.
Oleh karena itu sebelum melakukan trik ini sangat disarankan untuk membuat backup registry. Backup ini sangat berguna seandainya terjadi error dan kita bisa mengembalikan seperti semula dengan "meload" kembali hasil backup registry tadi.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Mengatur Contiguous File Allocation Size
Trik ini berguna untuk meningkatkan kinerja aplikasi yang sering anda gunakan. Caranya adalah:
Klik Start - Run, lalu ketikkan: regedit
Masuk ke menu HKEY_LOCAL_MACHINE \ System \ CurrentControlSet \ Control \ FileSystem
Klik kanan pada folder FileSystem lalu pilih New - DWORD Value. Beri nama dengan ContigFileAllooSize
Klik 2X file ContigFileAllooSize tadi lalu isikan angka 200 pada Value data nya.

Membebaskan Memori Dari File DLL
Trik ini berguna untuk membebaskan memori dari file-file DLL. Perlu diketahui bahwa file-file DLL selalu memakan tempat bagi memori, bahkan ketika program yang menggunakan file-fie DLL tersebut telah anda tutup, Windows masih menyimpannya di memori. Adapun caranya adalah:
Klik Start - Run, lalu ketikkan: regedit
Masuk ke menu HKEY_LOCAL_MACHINE \ Software \ Microsoft \ Windows \ CurrentVersion \ Explorer
Klik kanan pada folder Explorer lalu pilih New - String Value. Beri nama dengan AlwaysUnloadDll
Klik 2X file AlwaysUnloadDll tadi lalu isikan angka 1 pada Value data nya.
Restart komputer

Perlu anda ketahui, ketika komputer menyala & kita tidak menjalankan aplikasi apapun, Windowslah yang sedang melakukan proses, hanya saja proses tersebut tidak kelihatan karena dilakukan dibelakang sistem (Background Application). Anda bisa melihatnya melalui Task Manager dengan cara menekan tombol Ctrl + Alt + Del (tombol-tombol tersebut ditekan sama-sama). Pada kotak Windows Task Manager, klik tab Processes. Bisa anda lihat begitu banyak proses yang sedang dijalankan.


Trik berikut ini berguna untuk meningkatkan prioritas aplikasi yang kita jalankan secara 'manual' (aplikasi yang diproses oleh kita sendiri) misalkan aplikasi Ms.Word, Ms.Excel, Winamp dan sebagainya, sehingga sistem Windows akan 'lebih mengutamakan & memfokuskan' tenaganya untuk aplikasi yang kita buka tadi. Berikut langkah-langkahnya:

Klik Start - Run, lalu ketikkan: regedit
Masuk ke menu HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Control \ PriorityControl
Pd jendela sebelah kanan, terdapat item bernama Win32PrioritySeparation. Klik ganda item tsb, ubah value data nya menjadi 26. Jika sudah, tekan OK
Restart komputer

Demikian sedikit cara meningkatkan performa komputer kita, s'moga bermanfaat...

Tentang Registry MS-Windows

Registry Editor adalah sekumpulan program basis data (database) yang berisikan semua informasi dan pengaturan komputer, baik hardware maupun software. Anda bisa melihat pusatnya pengaturan Windows dari sini. Perlu diketahui, banyak pembuat program jahat (virus, trojan hourse, worm, spyware, backdoor dan sebagainya) memanfa'atkan celah yang ada pada registry ini untuk merusak sistem Windows.

Registry Editor sering disingkat dengan istilah Registry atau Regedit. Sangat dianjurkan kepada anda untuk membackup registry editor / membuat cadangan registry editor sehingga jika suatu saat anda mengalami masalah pada sistem maka bisa dikembalikan ke pengaturan semula saat anda membuat backup tadi. Jika anda baru selesai menginstal ulang Windows, itu merupakan waktu yang tepat untuk membuat Backup Registry.


Anda yang belum begitu mahir dan menguasai terhadap berbagai pengaturan registry, jangan sekali-sekali merubah semua pengaturan dengan 'sesuka anda' tanpa disertai penjelasan yang pasti, karena jika anda salah mensetting registry maka akan menyebabkan pengaruh yang fatal pada sistem Windows, seperti Windows tidak mau booting, atau ada fasilitas yang hilang dan sebagainya.

Selain sebagai tempat untuk menyimpan informasi sistem operasi Windows sendiri, registry juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai informasi setting dan konfigurasi pada aplikasi atau program. Misalnya WinZip menggunakan registry untuk menyimpan informasi toolbar, aplikasi untuk membuka file (viewer), user name, serial number, dan lain-lain.

Registry diletakkan pada dua buah hidden file yaitu user.dat dan system.dat yang terletak pada directory Windows untuk Win 95/98/Me dan pada directory Windows/System32/Config untuk Windows NT. Selain menggunakan registry (system.dat dan user.dat), Windows juga menyimpan informasi setting tertentu pada file msdos.sys, system.ini dan win.ini.

Registry terdiri dari beberapa bagian yang disebut key atau kunci. Terdapat enam macam key utama pada registry, yaitu :

HKEY_CLASSES_ROOT,
Berisi semua tipe file beserta assosiasinya yang masing-masing tipe file tersebut akan mempunyai subkey sendiri-sendiri.

HKEY_CURRENT_USER
Berisi informasi tentang user yang sedang log in pada saat itu. Terdiri dari subkey, antara lain :
AppEvents, berisi setting untuk sound events.
Control Panel, berisi setting control panel.
InstallLocationMRU, berisi path/lokasi master Windows (waktu pertama kali menginstall Windows).
Network, berisi informasi yang berhubungan dengan Network atau jaringan.
Software, berisi tentang setting atau konfigurasi software untuk pemakai yang logon pada saat itu.
RemoteAccess, berisi informasi tentang Dial up Networking.

HKEY_LOCAL_MACHINE
Berisi informasi tentang hardware dan setting software yang berlaku untuk semua user. Terdiri dari subkey, antara lain :
a. Enum, berisi informasi tentang hardware, misalnya tentang monitor.
b. Hardware, berisi informasi tentang port serial.
c. Network, berisi informasi yang berhubungan dengan network untuk pemakai yang sedang aktif atau logon.
d. Software, berisi informasi dan setting software.

HKEY_USERS
Berisi informasi tentang desktop dan user setting untuk tiap user yang berhak login ke komputer tersebut. Tiap user mempunyai sebuah subkey. Jika hanya terdapat satu user maka nama subkey tersebut adalah ".default"

HKEY_CURRENT_CONFIG
Berisi informasi tentang konfigurasi hardware, berhubungan dengan HKEY_LOCAL_MACHINE.

HKEY_DYN_DATA
Berisi informasi tentang plug and play.

Demikian sedikit penjelasan tentang Registry pada Microsoft Windows, kalo mau lebih tau lagi coba anda cari om google.

Arti Lisensi Software

Pernah mendownload software di internet?, pasti anda sering menemukan istilah-istilah seperti freeware, shareware dan sebagainya. Itu semua merupakan jenis-jenis lisensi software. Tapi tahukah anda apa arti dari lisensi tersebut?

Berikut jenis-jenis lisensi software :

Freeware / Full Version
Adalah software / aplikasi yang bersifat gratis. Kita tidak perlu membeli atau memasukkan nomor serial (keygen) dari software tersebut, tapi hak cipta tetap milik pembuat software. Kita tidak boleh merubah hak cipta dan isi dari software tersebut, apalagi menjualnya ke orang lain. Dengan kata lain kita hanya boleh memakai saja. Contoh dari aplikasi freeware adalah Winamp, browser Firefox dan sebagainya.

Shareware / Trial / Demo
Adalah software / aplikasi yang bersifat berbayar. Kita perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk menggunakan software ini. Software yang bersifat shareware ini biasanya diberi password atau serial number untuk memproteksi / melindunginya. Jika kita ingin menggunakan software tersebut secara penuh maka kita harus mengetahui password atau serial numbernya. Untuk mengetahui password inilah yang membuat kita perlu mengeluarkan sejumlah uang ke pembuat software tersebut.
Biasanya pembuat software ini memberikan waktu kepada kita untuk 'mencoba-coba' software buatannya dengan dikasih jangka waktu tertentu, biasanya 15 hari sampai 1 bulan. Lewat dari itu maka software yang bersifat shareware ini akan tidak berfungsi dengan sendirinya. Akan aktif lagi jika kita mengetahui password atau serial number dari software tersebut.
Jika kita menginstal / memasang sebuah software dan ternyata meminta password / serial number maka sudah dipastikan lisensinya bersifat shareware. Contoh software shareware adalah sistem operasi Microsoft Windows, Winzip dan sebagainya.

Open Source
Adalah software yang bersifat gratis dan kita boleh memodifikasinya. Hak cipta boleh kita rubah menjadi milik kita, kita boleh merubah / merombak software tersebut, bahkan kita boleh menjualnya ke orang lain. Contoh dari aplikasi open source adalah sistem operasi Linux, CMS Joomla dan sebagainya.